… Kehidupan yang Berarti …

Berapa umur anda saat ini?

25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun…

Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda?

Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan?

Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll.

Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput…” Waktunya istirahat..makan-makan..” Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat diatas kepala. Panas betul hari ini…

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja…Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat…

Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar…

Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah. Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba. Sang istri atau mungkin Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. “Ohh..ada sop ayam” . “Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali”. Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.

..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.

Kehidupan.. ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan. Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas…sampai akhirnya maut menjemput.

Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas. Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa ..

Kehidupan adalah … dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.

Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda ?

Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda ?

Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput hanya anda korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?

Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu…

Pandanglah di sekeliling kita…ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama……

Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas….

Iklan

… KEHIDUPAN : Ibarat Semut, Laba-Laba dan Lebah ..

Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur’an.
An Naml [semut], Al ‘Ankabuut [laba-laba], dan An Nahl [lebah].

antSemut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti.
Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun.
Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar
sehingga ia berusaha – dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih
besar dari tubuhnya.

spiderUraian Al-Qur’an tentang laba-laba; sarangnya adalah tempat yang paling
rapuh [ Al ‘Ankabuut; 29:41], ia bukan tempat yang aman, apapun yang
berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabisi
oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling
memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.

Akan halnya lebah, memiliki naluri yang dalam bahasa Al-Qur’an – “atas perintah
Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal” [ An Nahl;
16:68]. Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar
efisen dalam penggunaan ruang. Yang dimakannya adalah serbuk sari bunga.
Lebah tidak menumpuk makanan. Lebah menghasilkan lilin dan madu yg sangat
manfaat bagi kita. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, segala yang
tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali jika
diganggu. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.honeybee

Sikap hidup kita dapat diibaratkan dengan berbagai jenis binatang ini.
Ada yang berbudaya ‘semut’. Sering menghimpun dan menumpuk harta, menumpuk
ilmu yang tidak dimanfaatkan. Budaya ‘semut’ adalah budaya ‘aji mumpung’.
Pemborosan, foya-foya adalah implementasinya.
Entah berapa banyak juga tipe ‘laba-laba’ yang ada di sekeliling kita. Yang hanya
berpikir: “Siapa yang dapat dijadikan mangsa”
Nabi Shalalahu ‘Alaihi Wasallam mengibaratkan seorang mukmin sebagai ‘lebah’.
Sesuatu yang tidak merusak dan tidak menyakitkan :
“Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat
dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya”

Semoga kita menjadi ibarat lebah. Insya Allah!

[ Dari Lentera Hati – M. Quraish Shihab]

… Marhaban ya Ramadhan …

Marhaban ya Ramadhan

marhaban-ya-ramadhan

Di keheningan dini hari ku duduk bersimpuh,

menerawang ke hari – hari yang telah terlewati

Subhanallah, Ramadhan akan menyapa

Kutengadahkan wajahku

Mencoba mencari diri MU

Tuk Teguhkan hatiku

Menyambut bulan yang teduh milikMu

Bulan yang selalu di tunggu oleh hamba – hamba yang mencintaiMu

Yang diantara hadirnya di tahun lalu hingga hari ini

Telah banyak dosa dan noda yang telah ku ukir di dalamnya

Sengaja ataupun tidak

marhaban

Syahrur Ramadhan ….., Syahrul Maghfirah…, Syahrul Qur’an….

Betapa bahagia hatiku wahai Rabbi,

masih KAU ijinkan aku menikmati bulan suciMu

Masih KAU ijinkan aku mengalunkan senandung tobatku

Serasa lebih dari bertemu kekasih hati

Lantaran bulan ini terlalu berarti

Kedatanganmu membawa berjuta harapan wahai Ramadhan

Oooo…. Malam seribu bulan, kurindukan engkau dari sekarang

Ketika langit menggenapkan semua perjanjiannya

Menerima amanat hingga pagi harinya

Bagi siapa saja yang bersedia mendaki di jalan ini

Shaum bukanlah untuk mulut dan hati

Namun semata bagi ILLAHI RABBI

Sebab hidup bukanlah yang ada disini,

Yang ada kini takkan abadi

Disisi Mu kelak, segala jerih payah, luka derita, darah dan air mata

Dalam setiap langkah perjuangan ini kan KAU ganti

Melalui Ramadhan MU ini,

Bantu kami ya RABBI untuk mendaki, meraih titik cahaya tertinggi

Didik kami, hamba – hambaMu yang lemah ini ILLAHI agar kami lebih tau diri

Membuang segala kesombongan diri, menepis kegelisahan hati

Basuhlah segala iri, dengki, ghibah, amarah, dusta, putus asa, malas, serakah, bimbang, sedih, segala…. Segalanya yang menghalangi turunnya rahmatMU pada kami

Cucilah…cucilah hingga bersih, di 30 harimu yang penuh barokah ini

Beri kami kekuatan wahai PEMILIK RAMADHAN

Agar kami mampu bertahan,

Mengisi malam – malam kami dengan tarawih

dan menghiasi siang dengan tilawah Qur’an

Memanjang kan lantunan taubat kami di setiap helaan nafas.

UT0122244

Sungguh, aku tak tau….

Akankah aku dapat menggapai MU, sampai kah aku padaMU, wahai ILLAHI RABBI ?

Akankah KAU terima semua daya upaya ku yang dhoif, fakir dan sangat mengharapkan AMPUNANMU ini ?

Wahai PEMILIK RAMADHAN

Sekali lagi bantu kami mengenyahkan PARA PEMBISIK terlaknat !

Kalau mereka bertekad untuk menggoda, dengan berpegang padaMU

aku bertekad untuk melawan

Mereka bersumpah untuk tidak berhenti,

Ku kan bermunajat tiada henti kepadaMU pemilik diri

Agar kami dapat memenangi peperangan ini

setan

Wahai Ramadhan….SELAMAT DATANG

Kusambut datangmu dengan semangat untuk MENANG !

Ku tunggu datangmu dengan semangat berkasih sayang

Ku tunggu datangmu dengan penuh rindu dan pengharapan

MARHABAN…. MARHABAN… YA SYAHRU RAMADHAN….

Syahrul Maghfirah….Syahrul Qur’an…. Syahrul Ibadah …. Syahrul Mahabbah…

camels

…Kisah Pak Tua dan alQuran…

Kisah Pak Tua dan alQuran

bpa tua bsorban

Kisah di bawah ini dikutip dari “Cara Mudah Menghafal Al-Quran”,
oleh Ali Saleh Muhammad bin Ali Jaber (Guru Tahfizh al-Quran Masjid Nabawi)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman syurga. Dan mimbarku di atas kolam.
(Shahih Bukhari)

alQuran

———————————-

Ketika saya mengajar dalam rangka memperbaiki bacaan al-Quran di sebuah majelis taklim di Madinah, datanglah seorang bapak yang kira-kira berusia 50 tahun, dia adalah orang yang buta huruf dan bertanya kepada saya bagaimana bisa membaca alQuran. Saya menyarankan agar ia minta tolong kepada orang lain untuk membacakan dan kemudian dengarkanlah karena orang yang membaca al-Quran dan yang mendengarkan mendapatkan pahala yang sama.

Akhirnya setiap selesai sholat berjamaah di masjid Nabawi orang tua tersebut minta tolong kepada orang yang berada di sebelahnya untuk membacakan al-Quran. Kebiasaan ini dilakukannya secara terus menerus selama 3 tahun di masjid Nabawi setiap selesai sholat fardhu.

Ketika bulan Ramadhan dia pergi ke roudhah yaitu suatu tempat yang berada di antara makam Rasulullah dan mimbar di mesjid Nabawi Madinah. Seperti biasanya setelah berbuka puasa dan sholat magrib di tempat tersebut dia minta tolong kepada seorang pemuda untuk membacakan al-Quran dan dia mendengarkannya. Ketika bacaan pemuda itu sampai pada ayat sajadah keduanya melakukan sujud tilawah. Lalu terjadilah kejadian yang sangat mengharukan, yaitu pada saat pemuda tadi bangun dari sujudnya dia melihat orang tua tadi meninggal dalam keadaan sujud.

——————————————

Masjid_Nabawi-1

Tidakkah kita iri akan suatu kematian, di bulan Ramadhan? Di sebidang taman surga? Dalam keadaan menghamba?

Jika seorang buta huruf alQuran mendapat begitu tinggi kemuliaan, maka bagaimanakah dengan kita yang dapat membacanya? Sungguh, bukan kemuliaan yang enggan hinggap di jiwa, tapi jiwalah yang enggan menggapainya.

Cukuplah kata, tinggallah air mata.

Syaikhul_Muqorrobin
http://muqorrobin.multiply.com

… 12 Barisan di Akhirat …

Muhammad1

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS An-Naba’:18)”
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.” Maka dinyatakanlah apa saja 12 barisan tersebut…..

Barisan Pertama
Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedua
Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Ketiga
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Keempat
Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kelima
Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Keenam
Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Ketujuh
Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedelapan
Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesembilan
Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesepuluh
Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kesebelas
Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

Barisan Kedua Belas
Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”

Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin…

——————————–
FD Miftachul Arifin -: Senin, 31 Desember 2002

… Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW …

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW

muhammad

Rasulullah SAW bersabda:
“Semua dosa akan ditangguhkan oleh Allah SWT sampai hari Kiamat nanti apa saja yang Dia kehendaki, kecuali durhaka kepada orang tua, maka sesungguhnya Allah akan menyegerakan kepada pelakunya dalam hidupnya sebelum meninggal dunia” (Hadist Riwayat Hakim)

Disampaikan pada 9 Dzulhijjah 10 H dilembah Uranah,Arafah.

Hai, saudara-saudaraku, perhatikan apa yang akan aku sampaikan, aku tidak tahu apakah tahun depan aku masih berada di antara kalian. Karenanya dengarkan baik-baik apa yang kukatakan ini dan sampaikan kepada mereka yang tidak dapat hadir saat ini.

Hai, saudara-saudaraku, seperti kita ketahui, bulan ini, hari ini dan kota ini adalah suci, karenanya pandanglah kehidupan dan milik, setiap orang Muslim sebagai kepercayaan yang suci.

Kembalikan barang-barang yang dipercayakan kepadamu kepada pemilik yang sebenarnya. Jangan kau lukai orang lain sebagaimana orang lain tidak melukaimu.
Ingatlah bahwa kamu akan bertemu dengan Allah SWT dan Dia akan memperhitungkan amalanmu dengan sebenar-benarnya.

Allah SWT telah melarangmu memungut riba, karenanya mulai saat ini dan untuk seterusnya kewajiban membayar riba dihapuskan. Waspadalah terhadap syaitan, demi keselamatan Agamamu. Dia telah kehilangan semua harapannya
untuk membawa kalian pada kesesatan yang nyata, tapi waspadalah agar tidak terjebak pada tipuan halusnya.

Hai, saudara-saudaraku, adalah benar kamu mempunyai hak tertentu terhadap isteri-isterimu, tapi mereka juga mempunyai hak atas dirimu. Apabila mereka mematuhi hakmu maka mereka memperoleh haknya untuk mendapat makanan dan pakaian secara layak.

Perlakukanlah isteri-isterimu dengan baik dan bersikaplah manis terhadap mereka, karena mereka adalah pendampingmu dan penolongmu yang setia. Dan adalah hakmu untuk melarang mereka berteman dengan orang-orang yang tidak kamu sukai, dan juga terlarang melakukan perzinahan.

Hai, saudara-saudaraku, dengarkanlah baik-baik, sembahlah Allah, Shalat lima kali dalam sehari, laksanakan Puasa selama bulan Ramadhan,dan tunaikanlah Zakat,laksanakan ibadah Haji bila mampu.

Ketahuilah bahwa sesama Muslim adalah bersaudara. Kamu semua adalah sederajat.
Tidak ada perbedaan satu terhadap yang lain kecuali Ketaqwaan dan Amal Shalih.

Ingatlah, suatu hari kamu akan menghadap Allah dan harus mempertanggungjawabkan semua amalanmu. Karena itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaran setelah kepergianku nanti.

Hai, saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi atau Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir. Karenanya simaklah baik-baik ya Saudaraku, dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu, bahwa aku meninggalkan dua pusaka, Al-Qur’an dan contoh-contohku sebagai As-Sunnah dan bila kalian mengikutinya tidak mungkin akan tersesat.

Siapa yang mendengarkan perkataanku ini wajib menyampaikannya kepada yang lain dan seterusnya dan mungkin yang terakhir memahami kata-kataku ini bisa lebih baik dari yang langsung mendengarkan.

Demi Allah aku bersaksi, bahwa aku telah menyampaikan ajaran-Mu kepada umat-Mu ya Allah.

… Belajar dari Kepolosan …

BELAJAR DARI KEPOLOSAN

Father & Son

Saat itu, Abu Yazid Thaifur bin Isa al –Busthami menghafalkan ayat, “Wahai orang yang berselimut (Muhammad) ! Bangunlah (untuk sholat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu.” (QS. Al Muzzammil : 1 – 3)

“ Ayah, siapakah yang mendapat perintah dari ALLAH seperti ini ?” tanyanya pada sang ayah.

“ Yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Nabi Muhammad, Anakku,” jawab ayahnya.

“ Wahai Ayahku, mengapa ayah tidak melakukan sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad saw ? “

“ Sesungguhnya, sholat malam itu di khususkan bagi Nabi Muhammad saw dan di wajibkan bagi beliau, bukan kepada umatnya.”

Abu Yazid Thaifur yang saat itu masih kecilpun diam sambil menghafal ayat berikutnya, “ Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (sholat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang – orang yang bersamamu …” (QS. Al Muzzammil : 20)

Ia pun penasaran dan bertanya lagi kepada ayahnya, “ Wahai Ayah, aku mendengar bahwa ada segolongan manusia yang mengerjakan sholat malam. Lalu, siapakah mereka itu ?”

“ Wahai anakku, mereka adalah para sahabat Nabi Muhammad saw, “ jawab ayahnya lagi.

“ Wahai Ayah, adakah kebaikan dalam meninggalkan hal yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad, dan para sahabat beliau ?” Kali ini pertanyaan Abu Yazid menohok hati ayahnya.

“ Engkau benar , Anakku,” jawab sang ayah atas pertanyaan retoris yang disampaikan Abu Yazid. Sesudah peristiwa dialog ayah dan anak tersebut, ayah Abu Yazid selalu bangun malam untuk mengerjakan sholat.

Hingga pada suatu malam, Abu Yazid terbangun dari tidurnya dan mendapati ayahnya tengah mengerjakan sholat malam.

“ Wahai Ayah, ajarkan kepadaku bagaimana cara berwudhu dan mengerjakan sholat malam bersamamu, “ pintanya pada ayahandanya.

“ Wahai anakku, tidurlah. Karena engkau masih terlalu kecil.”

Wahai Ayah, jika pada suatu hari ketika manusia dikumpulkan untuk memperlihatkan amal perbuatan mereka, dan aku katakana kepada Rabbku bahwa sesungguhnya aku telah meminta pada ayahku agar mengajariku cara berwudhu dan shalat, tetapi ayahku enggan dan justru mengatakan agar aku tidur hanya karena aku masih terlalu kecil. Apakah ayah suka hal itu terjadi ? “ tanya Abu Yazid pada ayahnya.

“ Tentu saja tidak, anakku.”

Saat itu juga, ayah Abu Yazid mengajarinya berwudhu dan mengerjakan sholat malam bersamanya.

Sejak hari itu Abu Yazid kecil tidak pernah meninggalkan sholat malam bersama ayahnya.

anak-sedang-sholat

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    September 2017
    S S R K J S M
    « Mei    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 181,490 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..