… Kekasih sejati …

Yang Setia Menemani
oleh Ginanjar Cahya Komara

allah1

Aku
terduduk diam memandangi benda-benda di sekelilingku. Aku cermati dan renungi. Benda-benda yang sering aku gunakan, yang senantiasa setia menemani hari-hariku, ikut kemana pun aku pergi. Menurutku, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku.

Aku pandangi alat komunikasiku, handphone Sony Ericsson K700i. HP pertama yang ingin kumiliki dan akhirnya benar-benar kumiliki. Sudah 3 tahun lebih Si Abu-abu ini berpindah tangan dari penjualnya ke
tanganku, semenjak Bapak membelinya pasca kelulusanku dari SMU. Dia seolah menghapus jarak dan waktu antara aku dengan keluarga, teman-teman, kerabat, atau siapa pun yang aku hendak berhubungan dengannya. Dia seolah asisten pribadi yang mencatat agendaku, jadwal kegiatanku, janji-janjiku dengan orang lain. Dia bahkan tidak sekedar mencatat, tapi juga berbunyi mengingatkanku akan agenda-agendaku. Dia mencatat nama-nama orang, nomor kontak mereka, email mereka, sehingga
memudahkanku ketika ingin berhubungan dengan mereka. Dia menghiburku ketika aku sedang penat, dengan permainan-permainan, radio, dan lagu-lagu yang terinstal di dalam tubuhnya. Dia pun membantuku merekam apa yang kulihat, merekam peristiwa-peristiwa indah dan penting dalam
hidupku. Pasti ada sesuatu yang hilang jika sehari saja aku lupa membawanya dalam sakuku. Dia benar-benar setia menemani hari-hariku.

sony-ericsson-k770i

Pandanganku beralih ke motor tuaku, Honda Astrea Grand berwarna hitam keluaran tahun 1998. Sudah hampir 1,5 tahun motor ini menemaniku, semenjak Bapak membelinya Juni tahun lalu. Meskipun tidak bisa dikatakan muda lagi, namun motor ini masih berada dalam kondisi baik dan selalu siap mengantar ke tempat mana pun yang ingin aku singgahi. Dia mengantarku ke tempat aku menuntut ilmu di sebuah kampus ternama di Indonesia, dia mengantarku ke tempat aku mencari tambahan uang saku, dia mengantarku ke tempat-tempat majelis ilmu, dia mengantarku tanpa pernah mengeluh. Bahkan dia pernah menempuh jarak yang cukup jauh apalagi untuk motor seusianya, hanya demi mengantarku ke Anyer kemudian kembali lagi ke Depok. Dengan gagahnya dia mengarungi jalanan panjang
berdebu, melintasi pesisir Tangerang, Serang, Cilegon. Tidak ada masalah yang terjadi. Dia memang setia menemani hari-hariku.

revo

Kini aku pandangi HP Esia hitam yang belum genap satu tahun menemaniku. Meski demikian, dia telah banyak memberikan manfaatnya bagiku. Semenjak kehadirannya, kusadari aku semakin jarang mengisi
pulsa GSM untuk Si Abu-abu. Sistem pembayarannya yang pasca bayar membuatku tak ragu menggunakannya untuk menelpon orang lain. Dia seolah asisten pribadi kedua setelah Si Abu-abu. Dia juga mencatat agenda-agendaku, membantuku mengingat nama-nama orang yang aku kenal
beserta nomor kontak mereka. Dengan Si Abu-abu, mereka saling bahu-membahu memudahkan urusanku. Dia setia menemani hari-hariku.

Tapi sebentar, aku berpikir sejenak. Mereka tidak benar-benar setia menemaniku. Si Hitam Honda sekali waktu pernah sakit dan ngambek. Membuatku harus mengantarnya ke “rumah sakit” langganan dengan berjalan kaki demi mendapat perawatan lebih lanjut. Hampir satu pekan dia sakit, dan hampir satu pekan pula dia menelantarkanku. Tak ada lagi dia yang mangantarku ke kampus, tak ada lagi dia yang mangantarku ke tempat aku mencari uang saku tambahan. Dibiarkannya aku berjalan kaki. Dia pun
pamrih. Tak mau dia menemaniku jika aku tak memberinya minum, jika aku tak memberinya tenaga.

Si Abu-abu pernah tak ada saat aku membutuhkannya. Saat aku butuh komunikasi dengan teman-teman, dia enggan melayani. Dia seolah hendak memutuskan hubunganku dengan teman-temanku jika aku terlambat mengisinya pulsa. Terlebih jika aku lupa mengisi tenaganya, maka benar-benar putuslah sudah semuanya. Jika sudah demikian, maka dia tak ada bedanya dengan hape-hapean milik adikku. Si Hitam Esia pun setali tiga uang. Mereka berdua pamrih, tidak mau menemani jika mereka tak
mendapatkan sesuatu.

Lalu adakah yang benar-benar setia menemani, tanpa pernah sakit, tanpa pernah pamrih, tanpa pernah istirahat, tanpa pernah lelah? Ya, jawabannya ada. Dialah Allah Yang Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui segala sesuatu. Yang Maha Pengasih, Yang Maha Menyayangi, Yang Maha Suci, Yang Maha Memberikan Keselamatan, Yang Maha Perkasa. Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengatur alam semesta agar bergulir sebagai mana mestinya. Yang tak pernah sakit, Yang tak pernah
pamrih, Yang tak pernah istirahat, Yang tak pernah lelah, Yang tak pernah tidur. Ya, Dialah Allah Yang Maha Dekat.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS: Al Baqarah ayat 186)

Pertanyaan tentang yang setia menemani telah terjawab sudah. Timbul satu pertanyaan lagi, sudahkah kita merasa ditemani?

[Tulisan ini dapat dijumpai juga di http://ginanjarck.web.id]

9 Komentar

  1. astrea gren model baru ya! kayak tiger?pke jilbab naik tiger keren…..

    • nyari yang sesuai ga nemu … jadi yang ada ajalah …

      Wah … saya ga bisa naik motor Qo pak amin

  2. tapi dibonceng….dibelakang….
    klo pke cadar dh maklum (banyak) klo naik motor….buat masker
    ,
    .
    .,
    g ad yg sejati termasuk seorang istri solehah kali ya,klo g dksih duit,makan,pulsa……pasti minta cerai ……
    ,.
    ..
    ,..
    kecuali istri ibnu mas’ud malah shadaqoh sama suaminya….
    eh malah ngomongin orang…..

    • kalo apa pak ?
      Yang sejati hanya ALLAH saja…
      istri sholihah juga tak sempurna karena dia hanya manusia biasa

  3. eh jd inget sbuah nasyid yg g hafal penyanyinya tp pas mgkin bwt blog ini…..
    “…..
    123
    selama ini ku mencari-cari
    teman yg sejati buat menemani perjuangan ini
    ..

    ….
    dengannya disisi
    perjuangan ini
    bertambah murni
    kasih ilahi
    kepadamu
    ukhti
    teruskan
    perjuangan ini……
    dah ah……
    nanti malah nangis krn belum ketemu teman sejatinya….wasalam

    • syukran buat komennya …
      Demi sebuah perbaikan kenapa tidak ?

  4. syetan juga selalu menemani kita

    • syukran buat komennya …
      tapi alangkah indahnya bila anda menggunakan nama anda sendiri …
      untuk menambah saudara … insya ALLAH

  5. indah sekali bila kau disisiku,hingga aku adalah kamu dan tak perlu lagi mecari menatapmu ku tak tau siapa kau dan kau pun tak tau aku, aku pun tak tau siapa aku. aku hanya rasa cinta yang tumbuh untukmu yang mengisi setitik ruang dalam hati seorang yg mencari cinta sejati ilahi namun tak semudah mmencari onta yg hilang,hilangkanlah aku agar ruang hatinya terisi cinta sejatinya)sebagaimana yg kau tulis,karna ku tak tau bagaimana meninggalkan ruang hatinya yg menyesakkan dadanya,maafkan aku bila tak menjadikan indah dihatimu dan dihatinya …
    .’
    *salam dari stitik cinta
    untukmu
    *mungkin kau tak mengerti dari tulisan ini
    dan nama nama itu


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Pos-pos Terbaru

  • Fave Category

  • My Journey

    Desember 2008
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 180,170 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..