… hikmah penghinaan terhadap Nabi …

DIBALIK PENGHINAAN NABI ADA HIKMAH YANG LUAR BIASA INDAH

allah1

Beberapa hari yang lalu, seorang teman menyuruhku membuka sebuah blog. Dari namanya tidak mencurigakan, kupikir hanya tulisan menarik seperti yang sering ingin ia tunjukan padaku. Aku membuka halaman tersebut sambil melanjutkan obrolanku dengan beberapa teman di ruang chatting. Namun ketika halaman tersebut sudah terbuka, aku benar – benar tercengang. Beberapa saat aku tidak mampu berkata apapun kecuali istighfar. Isinya benar – benar membuatku marah !

Bagaimana tidak, disitu terpampang komik dengan isi yang sangat melecehkan. Kisah Nabi di gambarkan dengan gambaran yang membuat bulu kudukku berdiri. DALAM BAHASA INDONESIA !! Sebelumnya bahkan menurutku masih agak sopan, namun kali ini, Masya ALLAH sangat melecehkan. Dari gambar yang ada maupun tulisan yang di paparkan di Blog tersebut sangat menghina agamaku.

Ya ALLAH ujian apa ini ?

Waktu aku ceritakan hal ini pada teman – temanku yang lain, semua bereaksi sama. Marah dengan pelecehan yang mereka lakukan. Bahkan seorang teman tidak ingin terus membuka halaman tersebut.

“Nggak tega ah Nda, terlalu merendahkan,” ujar temanku ini

“ Kalo ketauan siapa, kita pukulin aja yuk !” atau

“Gila ! ini bener – bener ngajak perang ! “ begitu kira – kira beberapa komentar yang terlontar dari teman- temanku tentang hal tersebut.

Aku sendiri benar – benar geram dengan kejadian ini. Mana didalam tulisan itu penulisnya tidak hanya sekedar melecehkan Nabi, namun juga menghujat ALLAH. Memang siapa dia ? Beraninya menggugat ALLAH yang menciptakan dia ! Benar – benar nggak nyadar !

Aku juga menyampaikan berita ini pada beberapa teman yang masih aktiv di pesantren. Beberapa bereaksi sama seperti teman – temanku yang lain. Namun mungkin dengan bahasa yang lebih agamis.

Seorang sahabatku justru bereaksi lain. Waktu aku menceritakan hal tersebut awalnya ada kesan marah dari suaranya. Namun kemudian seperti tersadar sesuatu dia justru mengingatkan aku,

“Biasanya kamu yang selalu ngingetin aku Nda, untuk selalu berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian. Coba kali ini lakukan hal yang sama. Buang – buang energi kalo kita justru marah.”

Sahabatku yang satu ini memang selalu tenang menghadapi setiap kejadian. Amarahnya jarang tumpah tanpa arah. Pembawaannya yang selalu tenang dan berfikir jauh membuatnya selalu tampak bijak dalam setiap perkataan.

Aku lalu terlibat diskusi panjang melalui sms dengannya. Dari sahabatku ini aku di arahkan untuk mengambil pelajaran berharga dari kejadian ini.

“Kamu selalu bilang kan Nda, bahwa di balik sebuah peristiwa pasti ada yang ingin ALLAH sampaikan pada kita, “ ujarnya

“Kali ini menurutmu apa yang disampaikan ALLAH pada kita ?” Tanya sahabatku dalam SMS nya.

Aku coba merenungi kata – katanya. Apa yang ingin ALLAH sampaikan dari kejadian ini ya ? Sampai SMSnya datang lagi dan membuatku tercengang. Lagi – lagi dia selalu bijak dalam berfikir.

“Nda, Aku justru berterima kasih dengan kejadian ini. Buatku ini cara ALLAH menilai kita, sudahkah kita mencintaiNya dan NabiNya dengan sungguh – sungguh? “

Masya ALLAH, benar juga ucapannya. Selama ini benarkah kita sudah mencintaiNya dengan sungguh – sungguh. Mencintai ALLAH dan RasulNya. Kita sering bilang mencintai ALLAH namun apa yang kita lakukan justru hal – hal yang jauh dari yang dia perintahkan. Dan kita sering bilang mencintai Rasulullah, namun tak menunjukan kecintaan kita pada beliau.

“Manda, sering kita bilang mencintai Rasul. Dan berusaha menjalankan sunnahnya. Namun pada akhirnya ku pikir hal itu justru melecehkan sunnah itu sendiri.” Sms yang lain dari sobatku ini masuk lagi.

Aku belum paham apa maksudnya.

“Kejadian syekh Puji, atau seorang yang beristrikan 10 di Madura menunjukan kenyataan yang sebaliknya,” terang sahabatku ini.

Aku mulai menangkap apa yang ada di pikirannya. Aku tau apa yang di maksud. Tidak tahan untuk segera berdiskusi dengannya, aku menelpon sahabatku ini yang kebetulan sedang dalam tugas keluar kota. Disela – sela jam istirahatnya aku coba membuka diskusi ini.

Menurutnya kejadian ini justru syarat dengan hikmah. Pertama untuk melihat benarkah kita sudah mencintai Rasul dengan sungguh – sungguh. Apa yang sudah kita lakukan untuk menunjukan kecintaan kita pada beliau ? Kita sering bilang kalo kita mencintai beliau dengan menegakkan sunnah – sunnahnya, namun kita lebih banyak menjalankan sunnah sesuai dengan keinginan kita sendiri. Dengan kata lain, ngejalanin sunnah yang enak – enak aja.

Apa yang di lakukan syekh Puji atau KH. Masyurhot misalnya atau siapapun yang berpoligami mencontoh Nabi namun tidak dengan ilmu yang cukup. Hal tersebut justru melecehkan sunnah itu sendiri. Karena apa yang mereka lakukan dan di publikasikan jusrtu menambah keyakinan mereka yang tidak menyukai Islam bahwa Islam identik dengan Nabinya yang suka berpoligami. Itu karena mereka tidak paham apa yang jadi tujuan utama Nabi berpoligami. Tidak hanya sekedar syahwat belaka, namun justru untuk hal – hal mulia yang berhubungan dengan misi beliau menyebarkan Islam.

Poligami Nabi dilakukan dengan menikahi janda –janda sahabatnya yang wafat di medan perang. Tidak semuanya cantik dan muda. Beliau bermaksud menyelamatkan akidah dan mengIslamkan beberapa kabilah pada saat itu. Bahkan beberapa diantaranya sudah tidak lagi dapat di beri nafkah bathin. Tapi apa yang dilakukan oleh umatnya saat ini dalam melakukan sunnah tersebut tidak sungguh – sungguh meniru apa yang beliau lakukan. Jujur aja …

Mana ada hari gini yang mau menikahi janda tua yang banyak anaknya. Mana ada juga yang mau berpoligami dengan wanita – wanita nasrani dengan tujuan mengIslamkan mereka. Kalo berpoligami ya jelas milih yang cantik, muda dan perawan. Kalaupun janda ya juga harus cantik dan muda…

Belum ada yang benar – benar meniru apa yang di lakukan Nabi dalam berpoligami. Yang diambil yang enaknya aja. Bukan syariatnya. Karena sebenarnya hal itu sudah di isyaratkan beliau dulu dengan mengatakan bahwa hanya beliau yang bisa bertindak paling adil dan hanya beliau yang bisa menahan syahwatnya. Bisa kah umatnya melakukan hal yang sama dalam meniru poligami yang dilakukan beliau ?

Jawabannya TIDAK. Karena umatnya lebih mengutamakan syahwat dengan bersembunyi di balik alasan poligami. Akhirnya seperti yang di ungkapkan sahabatku, sudahkah kita mencintai beliau dengan benar – benar menjalankan sunnahnya ?

Terima kasih buat mereka yang menghujat Islam. Dengan begitu kami jadi semakin mencintai agama ini dengan lebih baik lagi. Akhirnya aku tau ALLAH ingin kita semua mengamalkan agama ini dengan lebih baik lagi. Tidak ada satu kejadianpun yang terjadi tanpa ijinNya. Bagaimana mungkin kita menyatakan Cinta pada Nya sementara yang kita lakukan justru akan membuatNya marah. Bagaimana pula kita menyatakan cinta pada Nabi bila dalam mengamalkan sunnahnya kita justru terkesan melecehkan beliau. Mari kita belajar lebih baik lagi untuk menjadi Kaffah.

Saya jadi teringat salah satu ucapan seorang motivator bernama Mario Teguh. Diantara mereka yang menganggapnya Liberal, bahkan Pruralis, tapi ucapannya justru menunjukan jati diri keIslamannya yang kental.

“Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch. Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain. Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agama sebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlu mengunggul-unggulkan agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.

Indah ya …

3 Komentar

  1. Subhanallah semakin banyak wawasan semakin banyak tidak tahu, Merenung, mebaca tulisan neng sarat akan hikmah….rahasia kehebatan insan dimana bisa merespon positif setiap hal sepahit apapun…yuk terus belajar!!!…fenomena gaya tarik berlaku dengan apa yang kita fikirkan, imajinasi, impian, do’a, cita-cita yuk kita belajar menarik semua energi positif bak magnet dan bersiaplah disaat kenyataan itu benar benar terjadi ….

  2. Bukannya teko hanya mengeluarkan isinya A ?
    Begitulah kualitas penulis dan pemilik blog itu. Kata Aa Gym, akhlak itu tercermin dari apa yang kita ucapkan dan apa yang kita kerjakan…

    Nda pikir, kaya yang Mario Teguh sampaikan. Kita ini sudah unggul, nggak usah di unggul – unggulkan memang Unggul diantara yang lain. Makanya jadi pengayom buat mereka yang belum paham tentang keUnggulan itu dengan akhlak yang sudah di contohkan Nabi …
    gitu kan A …

    Kalo kita bereaksi negativ Nda pikir memang itu yang dia harapkan. Dan sayangnya kita jadi sama kualitasnya dengan dia …

  3. Yup, setuju ma pendapat neng
    Yuk, kita do’akan buat siapapun semoga Rahmat, Berkah, hidayah Nya selalu tercurah kepada seluruh insan di dunia….amiien


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Pos-pos Terbaru

  • Fave Category

  • My Journey

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 180,170 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..