… dari milis Daarut Tauhid …

Belajar Rendah Hati dan Sabar

Oleh: Abu Afkar

Ada banyak kisah tentang kerendahhatian dan kesabaran Rasulullah SAW.
Di antaranya tentang kisah seorang tua musyrik yang membenci Nabi SAW.

Suatu ketika dia dibantu oleh seorang lebih muda menurunkan barang-barangnya dengan baik hati dan sangat sopan. Orang tua itu bercerita tentang bagaimana bencinya dia dengan Nabi Muhammad SAW, mengenai jelek akhlaqnya, jeleknya ajarannya dsb. Orang (lebih) muda tersebut tenang dan tersenyum.

Tiada kebencian di wajahnya. Orang tua itu kagum sekali dengan orang muda tersebut, dan bertanya,

“Siapakah Anda?”
“Saya Muhammad”, jawab orang muda itu dengan tenang.
“Muhammad?”, orang tua itu kaget dan terpana.
Orang yang baik hati itu ternyata adalah orang yang dicelanya… .
Akhirnya dia masuk Islam.

Dalam kisah yang lain, seorang Badui yang baru masuk Islam, kencing di dalam masjid dengan santainya. Barangkali begitu kebiasaan di kaumnya, kencing seenaknya. Sehingga Sayidina Umar RA marah dan hendak memukul badui itu, namun Rasulullah SAW MENCEGAHNYA, dan meminta untuk dibersihkan. Kemudian Baliau menasehati si badui  dengan sabar, sehingga si Badui ini sadar. Kisah kesabaran & kerendahhatian Rasulullah SAW ini, bisa panjang sekali jika diceritakan.

Salah satu kelemahan kita sebagai manusia adalah merasa diri kita “lebih” dari orang lain. Dalam pelatihan dikenal istilah “above average syndromme”, yaitu bahwa dalam berbagai sampling kebanyakan orang merasa dirinya lebih baik dari rata-2 orang kebanyakan. Ini terjadi di semua kalangan, sehingga tidak aneh, menceritakan kejelekan orang adalah salah satu yang disukai oleh kebanyakan kita…

Ada banyak alasan orang untuk merasa lebih dari orang lain, dari yang paling kelihatan sampai yang agak sumir. Yang paling kelihatan dan mudah adalah merasa lebih karena kecantikan, jabatan, kekayaan. Yang mulai agak tidak kelihatan adalah keahlian, kecerdasan. Dan yang cukup sumir adalah merasa lebih baik amalan, akhlaq atau agamanya.

Kita sering melihat rendah orang lain atau sebaliknya “silau”, karena jabatannya. Kadang kita memandang rendah orang lain, karena kita anggap “bodoh”,naif. Namun, bisa jadi kadang kita melihat rendah orang lain, karena kita anggap ilmunya “cetek” atau kurang saleh dibanding kita …

Suatu ketika seseorang bertanya Imam Ali bin Abi Thalib kw, “Apakah tangga paling rendah dari mengenal Allah itu?”. “Tangga terendah adalah ketika engkau merasa bahwa tidak ada orang yang paling patut disiksa di neraka selain dirinya”, jawab Imam Ali. Orang itu pingsan. Ketika dia bangun, dia bertanya lagi, “Lalu di atasnya apa lagi”. “Di atasnya ada 70 tingkatan lagi”.

Puasa ramadhan, di antaranya, mengajarkan kita untuk rendah hati dan sabar. Kita ini tidak ada apa-apanya. Kita lemah, tidak makan sebentar saja fisik kita sudah “lemah”. Badan kita bisa saja kuat dan kukuh, melebihi Ade Rai, namun kekukuhan badan kita itu ditopang dari luar, yaitu makanan & minuman. Konon agar badannya seperti Ade Rai, kita harus makan telur (putihnya saja) hingga 20 butir sehari. Ketika kita tidak makan, badan kita seperti pakaian lusuh, tidak bisa bergerak.
Ya, kita ini pada hakekatnya makhluk yang lemah, tidak ada yang layak kita sombongkan.

Kesabaran dan rendah hati adalah seperti sisi mata uang. Kita tidak bisa sabar, tanpa rendah hati. Tanpa kerendahhatian, yang muncul adalah sakit hati. Kita sabar secara fisik, namun hati kita sakit. Rendah hati juga hanya bisa dengan kesabaran. Dan keduanya berasal dari hati yang luas. Hanya hati yang luas, yang mampu menampung kesabaran dan rendah hati. Hati yang luas, pada akhirnya adalah hati yang pasrah kepada Allah Yang Maha Luas. Hanya dengan memasrahkan segalanya, mengalirkan semuanya kepada Allah,  hati kita menjadi luas.

Sebaliknya tinggi hati dan marah adalah berasal dari hati yang sempit, sehingga hati kita tidak mampu menerima hal2 yang tidak sesuai dengan keinginan dan kehendak kita, tidak mampu menerima kelebihan dan kekuarangan orang lain. Hati yang sempit ini pada akhirnya mengikuti sikap setan/iblis.

Konon Iblis adalah salah satu makhluk yang sudah tinggi derajatnya dan selalu beribadah, sayangnya dia tidak mau menerima orang lain (Nabi Adam AS) diberi kelebihan oleh Allah SWT. Sehingga dia menolak dan tinggi hati (abaa wastakbara), ketika dia diperintahkan untuk bersujud kepada Adam AS. Inilah kejatuhan Iblis.

Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. 25:63)

Sikap rendah hati, sesungguhnya sangat baik dan cocok untuk siapa saja.
Rendah hati akan menjadi hiasan yang menambah kemuliaan siapa pun. Kalau dia orang cerdas, maka akan semakin mulia jika dia rendah hati. Sedang jika dia bodoh, maka rendah hati akan menjadi penutupnya. Coba kalau sebaliknya.. ..

Sayangnya, kita (terutama saya) lebih belajar untuk mengangkat diri sendiri, dan merendahkan orang lain. Semoga keberkahan Ramadhan menghiasi kita dengan sikap rendah hati dan sabar. Aamien.

(Oleh Abuafkar)

2 Komentar

  1. Assalamu’alaikum..

    Absen ah… ^_^

    nice blog…

  2. hebat ya kalo bisa sabar…..semoga aku juga bisa Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Pos-pos Terbaru

  • Fave Category

  • My Journey

    September 2008
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 180,170 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..