… Gaza oh .. Gaza …

Episode Duka Dari Jalur Ghaza …

Posted by: “Rubina zalfa”

Episode Duka Dari Jalur Ghaza …

Lima tahun, bukan waktu yang sebentar bagi pasangan suami istri Naser dan Eman, untuk mendapatkan seorang buah hati. Betapa berbahagianya mereka, setelah penantian yang panjang, lima bulan lalu akhirnya Allah menganugerahkan seorang bayi laki-laki yang lucu, yang mereka beri nama Mohammad.

“Cepatlah besar anakku sayang,” bisik sang ayah, Naser di telinga putera tercintanya. Kemudian, ia mencium pipi bayinya yang bulat dan berona kemerah-kemerahan.



Naser menatap istrinya dan berkata dengan perasaan bahagia,”Bayi kita akan tumbuh besar, main petak umpet seperti anak-anak lainnya, dan ia nanti akan menikah dengan perempuan yang paling cantik di seluruh Palestina ….”

Sang istri tersenyum. Dipandanginya wajah Mohammad yang selalu nampak tersenyum meski sedang tertidur. “Kami akan selalu menyayangimu, puteraku. Kami akan belikan baju-baju dan mainan-mainan yang bagus untukmu,” bisiknya sambil mengelus wajah Mohammad kecil sedang tidur nyenyak.

Tetapi ….

Mohammad tidak akan pernah bermain petak umpet. Mohammad tidak akan pernah menikah dengan gadis yang paling cantik di Palestina. Karena Mohammad kini telah tiada. Ia syahid dalam usia masih sangat muda, akibat serangan roket tentara Zionis Israel ke Jalur Ghaza pada Rabu, 27 Februari lalu. Mohammad gugur dalam buaiannya, bersama 110 warga sipil Ghaza lainnya akibat serangan brutal tanpa ampun itu.

Sekarang …

Cuma kenangan manis yang tertinggal di hati kedua ayah ibu Mohammad. Harapan dan rencana-rencana yang telah mereka susun untuk puteranya, lenyap seketika akibat kebiadaban Zionis Israel.

“Penjahat-penjahat itu telah membunuh puteraku,” kecam Naser sambil berurai air mata.

Masih segar dalam ingatannya ketika ia berusaha menyelamatkan puteranya. “Saya berlari seperti orang gila untuk melihat Mohammad yang sedang terlelap dalam buaiannya. Tapi dia sudah tidak bergerak lagi …”

“Tubuhnya berlumuran darah. Saya menggendongnya dan melarikannya ke rumah sakit. Terlambat … Mohammad sudah meninggal. Tentara-tentara Israel laknat itu telah membunuh seorang bayi yang tak berdaya …,” Tangis Naser pun pecah.


“Mengapa mereka membunuh bayi saya? Mengapa mereka membunuh kebahagiaan saya?” tanya Mohammad dengan suara tercekat. Pertanyaan-pertanya an yang takkan pernah terjawab selama kaum Zionis Israel menjajah dan menindas bangsa Palestina.

Sementara sang ibu, masih syok mendapati kenyataan puteranya telah tiada. Ia tak mampu berkata-kata. Cuma linangan airmata yang terus membasah di kedua pelupuk matanya yang sudah bengkak karena menangis.

Ibu Eman, nenek Mohammad berusaha menghiburnya. Meski ia sendiri mengutuk serangan Zionis Israel yang telah membunuh cucu yang telah dinanti-nantinya. Ia mengecam sikap dunia yang diam melihat tentara-tentara Zionis memuntahkan roket-roketnya yang membunuh anak-anak serta bayi-bayi Palestina

“Persoalannya mungkin jadi lain kalau Mohammad adalah orang Israel dan bukan orang Palestina,” tukas sang nenek.
****

http://lenakei. multiply. com

rubina_zalfa@yahoo.com rubina_zalfa

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    Juli 2008
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 181,654 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..