… Engkau Mirip Anakku ! …

Engkau Mirip Anakku…!

Posted by: “bobby herwibowo”

Syaikh at-Tahanawi rahimahullah menuturkan kisah temannya yang bekerja sebagai seorang pengacara di sebuah Pengadilan Tinggi di India.
Dia bercerita kepadaku bahwa pada suatu hari aku masuk ke pasar, tiba-tiba ada seorang perempuan tua yang memandangiku. Ternyata rumahnya berada di pasar.
Kemudian dia meraih tanganku dan memasukkan diriku ke rumahnya. Dia menjamuku dengan hidangan yang sangat istimewa dan tidak ada bandingannya. Setelah selesai, aku berpamitan untuk keluar. Dia berkata, “Tidak apa-apa, tapi aku mohon kepadamu wahai anakku! Jangan
engkau menghalangi dirimu untuk berkunjung ke rumahku ketika engkau pergi ke pasar.”
Temanku berkata, “Lalu aku bertanya kepada perempuan tua tadi, wahai bibiku! Apa yang membuatmu menjamu dan memuliakan seorang laki-laki yang tidak engkau kenal dan tidak mempunyai hubungan apa-apa denganmu?”

Dia menjawab, “Wahai anakku! Sesungguhnya salah satu dari anak-anakku dan yang paling aku cintai itu mirip sekali denganmu, darahmu persis seperti darah anakku dan cara berjalanmu juga seperti anakku. Tapi dia telah menghilang dariku sejak lama, ia berada di wilayah orang asing. Maka ketika aku melihat kamu, aku jadi ingat anakku. Sementara, hatiku bergejolak dan aku amat menyayangi anakku. Tapi aku tidak memiliki dia, sehingga aku mengundangmu ke rumahku. Wahai anakku, jangan engkau menghalangi dirimu untuk berkunjung kepadaku yang kedua kalinya, ketiga kalinya, dan seterusnya.”

Lalu temanku berkata, “Maka ketika aku pergi ke pasar aku mampir kerumahnya. Sambutannya terhadapku seperti semula, karena kasih sayangnya yang amat tinggi terhadap anak laki-lakinya yang menghilang. Perempuan tua tersebut amat memuliakan diriku, sebagaimana dia memuliakan diriku di hari sebelumnya.”

Renungkanlah wahai seorang muslim! Kasih sayang dan cintanya yang besar tercurahkan pada orang yang dianggap menyerupai anak laki-lakinya dan buah hatinya, baik menyerupai dalam bentuk, darah, maupun dalam hal cara berjalan.

Kemudian renungkan juga hadits Nabi saw., “Sesungguhnya kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang taat beribadah itu lebih besar daripada kasih sayangnya seorang ibu kepada anaknya.” Lalu, bagaimana mungkin kasih sayang seorang ibu disejajarkan dengan
kasih sayang Allah swt..?

Jika seseorang yang mirip dengan anaknya itu lebih dicintai daripada yang lainnya oleh perempuan tua di atas, maka bagaimana mungkin Allah tidak mencintai seorang hamba yang tindak tanduknya seperti orang yang paling dicintai-Nya (Nabi Muhammad)? Allah swt. telah
mengajari beliau dengan pengajaran yang terbaik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang terbaik. Dia adalah Allah Yang Maha Besar. Allah telah menghiasi Nabi dengan akhlak yang agung. Seperti dalam firman-Nya,
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4).

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyerupaisuatu kaum, maka dia adalah termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud, dengan Sanad Hasan, Sebagaimana dalam Al-Misykat, Bab: Al-Libas, no. Hadits: 4347).

Salam,
Bobby Herwibowo
http://www.kaunee.com

bobby_hero77@yahoo.com bobby_hero77


Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Pos-pos Terbaru

  • Fave Category

  • My Journey

    Juli 2008
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 180,170 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..