… Aku malu, Ibu …

Sungguh, Aku Malu

Penulis : Catur Catriks
KotaSantri.com :

Aku dilahirkan di tempat yang jauh dari keramaian, dari keluarga petani yang sederhana. Tapi
aku sangat beruntung, orangtuaku mengedepankan pendidikan anak-anaknya,walau ibuku tidak tamat dari SR. Sedang ayahku memang pernah sekolah, tapi hanya beberapa hari saja. Ia tidak bisa membaca.

Dalam masyarakat, orangtuaku dipandang bodoh. Tapi pada akhirnya, mereka kagum oleh kegigihan orangtuaku dalam menyekolahkan anak-anaknya hingga selesai. Banyak pengorbanan yang
mereka lakukan untuk anak-anaknya. Mereka selalu mendidikku, membiayaiku, membekaliku, dan mendukungku untuk terus belajar dan belajar.

Pada saat aku mulai kuliah di luar kota, ibu mengiringiku dengan sebuahdo’a, bismillah. Bahkan pada suatu malam, pada saat keningku sedikit berkerut, aku melihat ibuku yang terbangun tengah malam dan
bertahajud, berdo’a agar anak-anaknya diberi kemudahan jalan.

Kini, aku telah bekerja dan jauh darimu. Rindu tentu senantiasa datang. Tapi terkadang kesibukan menyebabkan sedikit lupa untuk sekedar menelpon dan menanyakan kabar. Sampai suatu ketika, aku berhasil memenuhi sebuah permintaan ibu. Lalu, ibu mengatakan lewat telpon,
“Terima kasih, ya!”

Tenggorokanku tercekat, dan tiba-tiba aku mengatakan serentetan kata yang aku sendiri tidak mampu mendengarnya dengan jelas. Aku pikir, pada saat itu lidahku terpeleset-pleset, lalu diam.

Ibu, tiba-tiba ananda merasa malu.

Untuk semua perlindungan kasih yang engkau berikan, aku tak pernah mengucapkan terima kasih. Untuk semua do’a yang kau panjatkan untuk kemudahan jalanku, aku tak pernah mengucapkan terima kasih. Untuk semua usahamu agar kuliahku selesai, juga aku tak pernah mengucapkan kata itu kepadamu.

Untuk itu ibu, akan ananda maknai semua itu semampu ananda. Dan bahwa kemarin yang aku lakukan, adalah sebuah kewajiban anak kepada orang tuanya walau mungkin itu hanya seujung kuku.
Aku tak akan mampu membalas sedikit apalagi banyak.

Maka itu ibu, lain kali, jangan ucapkan terima kasih lagi. Ananda malu di hadapan Allah SWT. Kecuali jika ibu ingin mengajariku untuk bisa mengucapkan kata, terima kasih.

———— —
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Iklan

3 Komentar

  1. Subhanallah … Subhanallah … Bahkan aku juga sering tak ingat untuk mengucapkan kata itu …

  2. jazakallah….

  3. assalamualikum wr wb
    allah akbar…..allah akbar sukron ya umi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    Juli 2008
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 181,267 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..