Malaikat …

MALAIKAT KANAN KIRI


Nabi Muhammad SAW bersabda, ” Malaikat kanan manusia lebih berkuasa dibandingkan
malaikat kirinya. Bila seorang muslim berbuat kebaikan, malaikat kanan langsung
mencatat sepuluh kebaikan untuknya. Jika berbuat keburukan, saat malaikat
kiri akan menulis, malaikat kanan memperingatkan
“Tahan dulu beberapa saat, jangan catat !
Bila ia mengurungkan niatnya dan bertobat, jangan di catat.

Bila ia kerjakan dan tak mau bertobat, catatlah satu amal kejahatan untuknya. “

    Seorang Muslim yang beriman percaya terhadap hal – hal yang bersifat ghaib. Dan yakin bahwa pada diri manusia terdapat dua malaikat yang selalu menyertai. Yaitu malaikat yang mencatat semua amal perbuatan manusia untuk di laporkan kepada ALLAH. Buku catatan mereka inilah yang nanti akan menentukan tempat manusia di akhirat. Jika manusia menerima  buku amal nya dari sebelah kanan maka akan ketahuan bahwa amal kebaikannya lebih banyak ia lakukan daripada keburukannya. Demikian pula kalau hasil pencatatan malaikat dalam sebuah buku diberikan dari arah sbelah kiri atau belakang, maka dia termasuk penghuni neraka (na’udzubillahi min dzalik).

Dalam mencatat setiap amal, dikatakan dalam hadits diatas malaikat yang bertugas mencatat kebaikan berada di sebelah kanan lebih berkuasa daripada malaikat yang mencatat kejahatan yang berada di sebelah kiri. Setiap manusia berniat melakukan kebaikan, malaikat kanan ini sudah mencatat sebagai satu amal kebaikan. Pada saat manusia tersebut melaksanakan niat baiknya tersebut, langsung di catat sepuluh pahala baginya.

Pada saat manusia tersebut berniat melakukan kejahatan, malaikat kiri dilarang oleh malaikat kanan mencatatnya. Bahkan kalaupun sudah berbuat kejahatan, ketika malaikat kiri akan mencatat, malaikat kanan tetap meminta malaikat kiri untuk menahannya dulu. Siapa tau manusia itu akan bertobat dan mengurungkan niat jahatnya tersebut sehingga catatan kejahatan dalam bukunya tidak ada. Apabila manusia tersebut khilaf tidak bertobat maka malaikat kiri hanya menuliskan satu kejahatan saja. Tidak dilipat gandakan seperti halnya manusia berbuat kebaikan.

Subhanallah, demikianlah ke MAHA RAHMAN-an dari ALLAH. IA sungguh kasih sayang terhadap hamba-NYA. ALLAH sangat ingin manusia dapat berbuat baik dan meninggalkan hal – hal buruk. Maka Ia banyak memerikan ‘fasilitas’ bagi mereka yang ingin berbuat amal kebaikan. Bagi manusia yang mengetahui hal ini pasti akan memperbanyak amal kebaikan dan menghindari perbuatan jahat. Kalaulah muncul niat jahat, hanya terlintas sebentar saja di benaknya, lalu hilang tak berbekas. (insya ALLAH)

Best Regards,
Imanda Amalia

(di kutip dari buku :
HIKMAH dari LANGIT, ustd. YUSUF MANSUR)

Iklan

3 Komentar

  1. bagus sekali kutipannya. apa boleh saya share ?

  2. Jazakalloh khoirin katsiro ukhti ..atas kutipannya..subhanalloh..

  3. semoga nilai keimanan n ketaqwaan Qta semakin kuat. Aminn


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    Februari 2008
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    2526272829  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 180,960 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..