… tahun 2008 …

Segalanya Memang Sudah Banyak Berubah

novi_khansa

Sore itu, saya berjalan-jalan bersama keponakan saya yang berusia satu
setengah tahun. Hanya sekadar berjalan keliling kompleks. Hanya itu saja sudah
membuat Fahimah senang. Tertawa dan berlari-lari hingga saya harus mengejarnya
dan menuntunnya kembali.

Setiap sudut kompleks perumahan ini sudah banyak berubah. Entah semenjak
kapan. Sekarang di kompleks kami banyak berdiri megah rumah-rumah yang tentunya
bukan tipe 36, ukuran rumah pada umumnya. Mobil-mobil banyak terparkir di
jalan. Bahkan, ada mobil entah siapa yang ngejogrok di rumah kosong yang sekian
tahun tak ada yang menempati.

Dahulu, keluarga kami datang ke kompleks ini ketika saya masih berumur 7
bulan, begitu kata ibu. Bapak hanya memiliki gaji 15.000/bulan dan mesti dari
awal meniti karir sebagai guru. Saat itu, ukuran rumah ini begitu besar bagi
keluarga kami yang hanya 5 orang. Ibu, bapak, saya dan kedua kakak saya. Bagaimana
tidak, kami dahulu tinggal di sebuah pemukiman kumuh di Jakarta Pusat, tidak
ada halaman dan kalau hujan bakal kebanjiran.

Kata ibu, saat itu adalah masa-masa prihatin keluarga kami. Bapak bekerja
siang dan malam. Hingga abang saya merasa tak pernah bertemu beliau. Ibu berjualan
warung di depan rumah. Selain itu, ibu juga menitipkan pisang goreng ke SD yang
jaraknya jauh dari rumah. Kalau mendengar ceritanya, saya hanya bisa bersyukur,
kehidupan kami terus membaik.

Saya terus menyusuri jalan melewati rumah-rumah, sampai saya tersentak
kaget melihat rumah dengan 3 lantai di hadapan saya. berarti sudah dua rumah
yang saya tahu, kini memiliki tiga lantai. Hmm, sepertinya, makin jarang saja
saya melihat rumah-rumah yang benar-benar asli. Saya melihat, begitu pesatnya
kesejahteraan warga dengan pemandangan rumah-rumah tingkat dan mobil yang
banyak diparkir di jalanan.

Sore itu, 31 Desember 2007

Saya melihat jelas ada beberapa tenda dan panggung. Lho ada perayaan apa? Rupanya
mereka mau merayakan pergantian tahun. Sekurangnya, ada 2 tempat dengan tenda
dan satu tempat yang sudah menutup akses menuju jalan tersebut. Hmm, saya
menduga akan ada perayaan pergantian tahun di kompleks ini. Melihat panggung,
layar, tenda, kursi-kursi, dan peralatan lainnya.

Setelah lelah berjalan dan Fahimah tangannya kotor karena sempat terjatuh,
kami pun pulang. Menyusuri jalanan yang makin menyempit. Ada beberapa rumah
yang pagarnya maju ke depan dan tentunya karena banyak mobil parkir di jalanan.

Segalanya memang sudah banyak berubah. Entah ini adalah salah satu kemajuan
atau kemunduran. Saya pun jadi sedikit demi sedikit mengingat masa-masa dahulu.

Saya ingat pernah melihat foto mbak saya yang sedang mengaji. Subhanallah,
dia mengaji untuk mengikuti lomba pada acara tujuh belasan di kompleks kami. Tahun
terus maju, saya ingat saya ada di atas panggung untuk membaca puisi dan
tari-tarian masih sangat digemari. Kreativitas anak-anak usia SD masih menjadi
pemandangan tujuhbelasan saat itu. Tentunya, sudah tidak ada lagi lomba yang
berbau agama. Hingga, menginjak tahun 2000-an, saya berdiri di atas panggung
menerima hadiah door prize dengan penampilan yang luar biasa kontras. Saya
dengan jilbab panjang tampak tidak cocok ada di sana, dengan tampilan
teman-teman lain yang berpenampilan gaul.

Kalau dulu kami suka datang bermain ke tempat bapak si pendongeng. Berlomba
puisi di sebuah rumah bapak si pendongeng, sampai ada teater-teater di acara tujuhbelasan.
Kini, di pojok perempatan ada perkumulan anak motor, di sebelah sana ada tempat
main play station. Setiap jalan yang dilalui, yang sering membuat saya enggan
melewatinya adalah begitu banyaknya tempat tongkrongan.

Walau begitu banyak yang berubah, saya selalu merindukan setiap sudut yang
ada di sini. Merindukan tiap hikmah yang bisa saya dapatkan setiap menyusuri
jalan panjang saksi kisah kehidupan kami.

Aaaah, segala sesuatu memang sudah banyak berubah di sini

Perenungan di awal tahun 2008

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    Januari 2008
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 181,262 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..