Buat Papa…

Aku bangga padamu…

 

fathers.jpg

Aku adalah gadis kecilmu yang kini tumbuh dewasa…

Gadis kecil yang kau tempa dengan segala kekuatan

Agar aku tumbuh dengan tangguh dan pantang menyerah

“ Jadilah anak yang kuat, yang selalu peduli pada yang lemah.

Jangan cengeng karena hidup ini keras, kamu tak bisa menghadapinya dengan air mata

Kamu harus tangguh supaya tak mudah di ombang – ambingkan kehidupan.

Jadilah gadis yang pintar, cerdas dan ulet, karena dengan 3 hal itu kamu bisa menguasai hidupmu dengan baik.Dekat dengan Allah semakin membuat hidupmu terarah.”

Ingat ga Pa ?

Saat kita pergi ke pantai tanpa setau mama

Disana kau ajari aku agar tidak takut melawan ombak…

Katamu nanti ketika aku tumbuh besar, hidup yang akan aku hadapi sama seperti ombak…

Persoalan yang datang kadang terlihat seperti gulungan besar yang menakutkan

Namun sebenarnya akan mengecil kala kita mampu menghadapinya dengan tenang

Kau ajari juga aku untuk memanjat tebing – tebing

Hal yang tidak lumrah diajarkan oleh seorang ayah kepada ‘Putri’ nya

Namun disana kau ingin mengajariku agar tak gentar menghadapi hidup

Hidup ini seperti memanjat tebing, kalau kita tak pandai memilih jalan kita akan terpeleset dan terhempas

Tidak itu saja,

Kau juga mengenalkan aku pada kehidupan bawah laut yang sungguh menakjubkan

Ikan – ikan yang cantik, terumbu karang dan makhluk – makhluk air lainnya …

Kedalaman yang tenang namun bila tak hati – hati dapat menghanyutkan

Seperti kehidupan itu sendiri…

Tak hanya itu, kehidupan bawah laut juga mengajarkanku menyadari kekerdilan diri

Aku tak mampu berbuat apa – apa tanpa bantuan peralatan.

Aku bernafas harus dengan bantuan, melihatpun demikian…

Ya Allah, aku sungguh kecil…

Ah…

Papaku memang sosok yang paling ku kagumi

Tak pernah memberiku kesempatan untuk menjadi lemah dan cengeng

Tak lelah menempaku menjadi kuat dan tangguh

Tak juga lupa membuatku menjadi dekat dengan sang Pemilik

Orang yang mengajariku banyak hal tentang hidup

Bagaimana menyikapi hidup yang hanya sekali dan tak mudah ini

Mulailah harimu dengan ‘mendekatiNya’ Manda…

Karena kamu tidak tau apa yang akan terjadi padamu hari ini…

Mintalah padaNya agar terus membimbingmu

Terus dekat denganmu agar kamu tetap ada di jalanNya

Agar kamu tidak salah jalan dan tersesat

Terima kasih ya Pa…

Mengenalkanku pada tahajud

Yang belum pernah kulihat kau tinggalkan…

Bagian dari keseharianmu yang menunjukan kedekatanmu padaNya

Profesimu membuatmu benar – benar bergantung pada pertolonganNya

Agar kau mudah mempertanggung jawabkan semua yang kau lakukan

Dan aku menyadari itu semua ketika aku memilih tempat yang sama

“Ada nyawa manusia di tangan kita yang harus di pertanggung jawabkan, Manda. Dengan Tahajud semoga Allah selalu membimbing dan menolong setiap langkah yang kita ambil, sehingga mudah mempertanggung jawabkannya kelak.”

Makasih ya Pa,

Menempaku dengan manis …

Membuatku menjadi manda yang seperti sekarang

Yang tak mudah menangis bila di timpa kesulitan

Namun mudah menangis bila melihat kesulitan orang lain

Katamu…

Belajarlah yang baik dari apa yang kamu dapati dalam kehidupanmu

Jadilah pandai agar kamu dapat menjadikan ilmu sebagai tabunganmu

Dengan pandai kelak kamu akan menjadi kaya

Bila kamu kaya,

Kamu bisa berbuat banyak untuk saudaramu yang memerlukan bantuanmu

Itulah tabunganmu yang sesungguhnya…

Ah…

Masih jelas terbayang di benakku kala aku berada dalam gendonganmu

Memandang laut sambil menghirup baunya….

Aku minta turun dari gendongannya agar aku dapat bermain pasir

Membuat istana pasir kesukaanku

Kau memperhatikan dari jauh sambil tersenyum

Tiba – tiba ombak datang dan menghancurkan apa yang sudah ku bangun

Kau datang menghampiriku dan dengan lembut berkata,

“ Ayo kita buat lagi yang lebih besar, papa bantu !”

Tanpa kusadari kau ajarkan aku untuk tidak cepat menyerah

Saat usiaku baru 5 tahun

Kau masukan aku ke dalam Dojo untuk belajar Karate

“Bukan untuk membuatmu sok jago, Manda. Paling tidak kamu bisa membela diri bila di perlukan ! “

Lagi – lagi pesan yang sarat makna…

Terima kasih ya Pa…

Banyak sekali yang kudapat darimu

Tak tau bagaimana harus membalasnya

“ Melihatmu bahagia, bisa mandiri dan tangguh sudah membuat Papa senang.

Anak Papa harus kuat dan tidak cengeng !”

Semoga aku bisa seperti yang Papa harapkan…

Semoga aku bisa menerapkan semua falsafah hidup yang sudah kau ajarkan padaku sejak aku masih kecil…

I Love You Pa…

Iklan

2 Komentar

  1. Sempurna…

  2. 1. Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)

    2. Seorang datang kepada Nabi Saw. Dia mengemukakan hasratnya untuk ikut berjihad. Nabi Saw bertanya kepadanya, “Apakah kamu masih mempunyai kedua orangg tua?” Orang itu menjawab, “Masih.” Lalu Nabi Saw bersabda, “Untuk kepentingan mereka lah kamu berjihad.” (Mutafaq’alaih)

    Subhanalloh … keep istiqomah ya manda…(mahabbah fillah)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    Desember 2007
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 181,654 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..