… Oh Bunda …

Sekeping Hati untuk Bunda……

momgirlfield.jpg

Aku di lahirkan dalam keadaan keluarga yg sederhana, Namun Allah memberikan karunia kehangatan keluarga pada kami semua. Meski tidak kaya kami tidak merasa pernah kekurangan. Bunda sll bisa mengatur keuangan keluarga kami, Meski gaji ayah tidak seberapa. Tak jarang pula Bunda harus tidur larut malam untuk menyelesaikan jahitan baju pesanan tetangga, semua agar kami tidak kekurangan, Oh…Bunda.

“ Wia, makan dl gih, bunda masak tempe bacem kesukaan Wia.” Kata bunda ketika aku sampai di dapur. Kucium pipi bunda dan tangannya, ada keharuan merasuk kedalam relung hatiku. Bundaku memang tidak sepeti ibu-ibu modern saat ini, yang memoles kosmetik dan meyemprotkan parfum di sekujur tubuh, Tubuh bundaku memancar harum kasih sayang dan kurasa hanya anak-anaknya yang mengeri betapa harumnya bunda. “Lho kok malah bengong? Natap bunda lagi, kayak nggak pernah ketemu bunda aja.” Katanya heran. “”habis bunda cantik sih.” Saat itu bunda hanya tertawa mendengar ucapanku seraya memencet hidungku. Oh Bunda aku sayang padamu…..

Hari ini penerimaan raport, seperti biasa aku harus menunggu giliran ayah datang ke sekolahku, Ya…hari ini paling repot menurut ayah, karena harus mengambil raport ke empat anaknya di empat sekolah yang berbeda, sekaligus harus bekerja. Sering teman-temanku bertanya kenapa tidak Bunda saja yang mengambilkan raport untukku agar aku tidak menunggu, apalagi waktu penerimaan raport kan hampir bersaman di setiap sekolah. Dan aku pasti menjawab saat ini bunda sedang mempersiapakan sesuatu yang lebih penting di rumah, Ah….hari yang indah. Terima kasih ya Allah.

Ayah tersenyum ketika keluar dari kelasku dan menyerahkan buku biru berisi daftar nilai itu pdaku. “Oke professor manis ayah, seperti biasa kamu rangking kelas.” Katanya bangga. Alhamdulillah hari ini aku bisa membuat ayah bangga.

“Tapi kamu pulang naik angkot ya? Soalnya ayah masih banyak kerjaan.” Katanya melanjutakan.

“Oke deh bos, asal jangan lupa aja hadiahnya.” Aku mengedipkan mata pada ayah, ia tersenyum lagi. Oh iya…bunda…aku hampir lupa, pulang ah..Akan ku beri tahukan bunda hmmm….

“Assalamu’alaikum.” Aku setengah berlari memasuki rumah. “Bunda..” panggilku. “Wa’alaikumsalam, aduh…anak bunda kok teriak-teriak.” Katanya tersenyum menyambutku.

“Bunda, Wia juara kelas, niy raportnya.” Kataku bangga. Kulihat bunda tersenyum, sama seperti ayah, ada kebanggaan di sinar matanya.

“Baguskan bunda, tuh nilai kimia Wia delapan, Wia seneng bunda.” Kataku sambil memeluk bunda, kubacakan semua isi raport itu dengan bangga, bunda tersenyum. “Alhamdulillah ya nak.” Ucapnya lirih. Bunda balas memelukkku, tiba-tiba kurasakan ada air hangat yg menetes dari pipi bunda, Ya Allah bunda menangis, “Apa aku salah bicara ya?” pikirku.

“Bunda..bunda kok nangis, Wia salah ngomong ya?” kataku melepaskan pelukan bunda. “Ndak sayang, bunda bangga banget sama kamu, Bunda bangga karena kamu anak yang pintar dan sll membuat senang ayah dan bunda.” Katanya lagi.

“Tapi kok bunda nangis?” ucapku penasaran.

“Bunda hanya merasa bersalah pada anak-anak bunda, Maafkan bunda ya sayang, bunda tak pernah mengajarimu membaca dan menulis, karena bunda tak bisa, yang bunda bisa, hanya mendoakanmu agar kamu menjadi anak yang cerdas.

Bunda juga tak pernah datang kesekolahanmu untuk mengambil raport, bunda takut memalukanmu karena bunda tak bisa tanda tangan. Bunda tak pernah mengajarimu mengaji, karena bunda tak bisa mengaji, bunda hanya orang kampung yang tak bisa mengenalkanmu pada teknologi, yang bunda bisa hanya mendoakanmu nak, bunda tak bisa menjadi bunda yang baik untukmu. Maafkan bunda Wia, maafkan bunda.” Kurasakan isak tangis bunda semakin sedih.

“Ya Allah bunda, Wia tak pernah berfikir seperti itu.” Kutatap bunda, aku mengerti kesedihannya. Aku memeluk bunda

“bunda, Tak masalah bunda tak pernah mengajari Wia menulis, karena tiap kata-kata bunda tertancap dalam hati Wia. Tal mengapa bunda, kalau bunda tak pernah mengajari Wia membaca karena dengan itu bunda mengajari Wia untuk menilai sesuatu dengan hati. Bunda jangan merasa bersalah karena tak mengajari Wia mengaji, karena bunda sll mendoakna Wia agar menjadi anak yang sholehah. Wia berjanji akan mengajari bunda mengaji dan dengan bibir ini akan Wia lantunkan ayat-ayat suci Allah untuk bunda. Bunda memang tak seperti wanita karir yang tampak elegant tapi bunda adalah bunda yang mulia karena tak sedikitpun bunda menyerahkan perawatan kami pada orang lain.

Tangan bunda yang membelai kami, yang memeluk kami dan tangan ini pula yang sll mencucikan popok kami tanpa pernah mengeluh. Ya bunda..jangan pernah sedih karena bunda tak pernah ke sekolah Wia, karena Wia yang akan membawa teman-teman Wia kemari dan memeperkenalkan Wia dan InsyaAllah bunda akan sll Wia persembahkan nilai-nilai terbaik Wia untuk bunda dan ayah. Doa bunda lebih berharga dari apapun di bumi ini, dengan restu bunda, Wia mendapatkan Ridho Allah. InsyaAllah bunda.”

Ku peluk bunda semakin erat, akan sll ku simpan janjiku untuk bunda.

Terima kasih Ya Allah, telah memberiku bunda yang begitu mulia……

Untuk Bunda….

Yang jauh di seberang…

Anakmu sll merindukanmu….

Allahumaghfirli walii walii dayya war ham humma kama robbayani soghiroo..

Amin Ya robbal ‘alamin

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    Desember 2007
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 181,262 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..