Menggapai Cinta Nya…

 

Menggapai Cinta Allah
Imron Soleh

Mencintai Allah dan rasul-Nya berarti melaksanakan seluruh amanat dan ajaran Alquran dan sunah Rasul, disertai luapan kalbu yang dipenuhi rasa cinta. Dalam amal ubudiyah, cinta (mahabbah) menempati derajat yang paling tinggi. Siapa yang mencintai Allah dan mendekatkan diri pada-Nya, maka Allah pun akan mencintainya dan dekat padanya.

Dalam buku Mahabbatullah (mencintai Allah), Imam Ibnu Qayyim menuturkan tahapan-tahapan menuju wahana cinta Allah. Cinta senantiasa berkaitan dengan amal. Dan, amal sangat tergantung pada keikhlasan kalbu. ”Di sanalah cinta Allah berlabuh.” Cinta Allah merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecintaan yang terpuji. Langkah-langkah berikut bisa mendekatkan kita pada-Nya, dan menjadi bagian dari orang-orang yang dikasihi-Nya.

Pertama, membaca Alquran dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar. Firman Allah, ”Dan Apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (Al A’raaf <7>: 204).

Kedua, ber-taqarub kepada Allah SWT melalui ibadah sunah setalah melakukan ibadah fardlu. Orang yang menunaikan ibadah fardlu dengan sempurna, mereka itu adalah yang mencintai Allah. Dan, hamba yang menambahnya dengan ibadah sunah, mereka itulah orang-orang yang dicintai Allah.

Ketiga, melanggengkan zikir kepada Allah dalam segala tingkah laku melalui lisan, kalbu, amal, dan perilaku. Kadar kecintaan seseorang terhadap Allah tergantung kepada kadar zikirnya kepada-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Sesungguhnya Allah Azza Wajalla berfirman. ”Aku bersama hamba-Ku, selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak (untuk berzikir) kepada-Ku.”

Keempat, mengutamakan cinta kepada Allah di atas cinta kepada diri sendiri, meski dibayangi hawa nafsu yang selalu mengajak lebih mencintai yang lain. Inilah derajat para Nabi, di atas itu derajat para Rasul dan di atasnya lagi derajat para Rasul Ulul Azmi. Rasulullah Muhammad SAW mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya kepada Allah. Kelima, menyendiri di sepertiga malam terakhir, karena di saat itulah Allah SWT turun ke dunia. Itulah saat paling berharga bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan melaksanakan shalat malam agar mendapatkan cinta Allah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • My Archives

  • Categories …

  • Tulisan Terakhir

  • Fave Category

  • My Journey

    Oktober 2007
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Rindu ini … UntukMu …

    " Ya ALLAH, perbaikilah agamaku yang merupakan pegangan utama bagiku. dan perbaikilah duniaku yang merupakan bekal hidupku... perbaiki juga akhirat tempat kembaliku nanti, Jadikanlah hidup yang ku lalui sebagai tambahan kebaikan yang dapat kuraih, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahatku dari segala kejahatan dan keburukan diriku Amiiin
  • Blog Stats

    • 180,960 hits
  • Hadiah Terindah ….

    Allah memberikan Hadiah yg sangat indah untuk kita itu dalam kemasan yg rumit.. dari situ Allah menguji kesabaran dan melihat bagaimana cara kita membuka hadiah terindah yg terbungkus oleh kemasan yg rumit itu.. sampai kita berhasil dan hingga akhirnya kita berteriak kegirangan krn berhasil mendapatkan hadiah yg indah tiada taranya itu..